Assalamu'alaikum Wr. Wb..
sebelumnya mohon maaf sekali kalo postingan ini nggak ada kata-kata galau sendu melow yang menyayat hati dahulu. ya karena emang cuma pingin sharing sesuatu yang aku anggep ini rada "MENGGANGGU", baik hatiku, pikiran dan nafsu makanku. "lha kok bisa, lal?". Ya bisa aja thoo.. mengko tak jelaske.
Aku yakin banyak banget dari orang-orang yang menilai kalo mas nailal, mister sipit, mas ilal, mas El, kang Mus, monyet (ini fakta, aku suka dipanggil monyet saat KKN dulu) itu orangnya simple-minded, easy going, dan welcomed-profile. meskipun hampir semuanya benar dan emang kaya gitu tapi sebenernya saya itu sensitive.
Aku seorang pisces. orang pisces itu biasanya smart, creative, dan easy going. Tapi dibalik itu semua ada sifat dari sebuah ikan yang memang tidak pernah ketebak alur pikirannya. pernah liat kan kalo ikan suka berenang kearah tiba-tiba? nah, salah satu sifat seorang pisces itu ya UNPREDICTABLE. jangan coba coba buat nebak alur pikirannya seorang pisces kalo kamu nggak mau terima resikonya. Sebenernya ada 2 resiko yang bakal muncul, 1). dia (pisces) bakal nganggep kamu sebagai lawan karena pisces dan kebanyakan orang nggak suka dengan yang sok-tahu. 2). dia (pisces) bakal menjauhi dan membenci tanpa alasan. see, a Pisces doesn't need a reason to love or hate somebody. it just happens. :))
Nah, mari kembali main topic-nya ya..
gini, akhir-akhir ini aku memang terganggu dan merasa jadi nggak aman suasana hatinya.. #Ceilah karena beberapa hal yang emang bagi aku pribadi sih rada "malesin". yuk mari kita list satu per satu.
1. Postingan Politik yang berlebihan.
Overall, memang musimnya kali yee semua orang bahas politik. tapi gini deh, kayaknya nggak lazim aja semua-semuanya bicara politik meskipun pendidikan politik itu seharusnya diterapkan sejak dini seperti yang ditulis mas Andrew diblog-nya. Tapi ya gini, masalahnya risih aja temen yang biasanya biasa-biasa aja, tiba-tiba ngepost di facebook mereka tentang pemberitaan fitnah dan negative tentang salah satu capres. kaya temenmu itu yang dulunya nerd lalu seketika menjadi beast yang memporak-porandakan rumah-rumah penduduk.
Gini, masalah nasionalisme adalah hal yang sensitif bagi bangsa indonesia. Dulu masalah bola aja sampe dibelain ribut. masalah rebutan batik juga sampe menyumpahi. kalo batik itu dicuri, sejak dulu kamu ngrasa melestarikan batik nggak? sejak dulu bangga nggak ada kesenian reog? sebenernya sih orang indonesia itu SENSITIF-AN. lha iya, cuma usulnya ditampung aja marah. cuma dikritik aja langsung walk-out nggak mau kerja. kenapa kok sensitif? saya berasumsi kalo sensitif itu adalah kebudayaan yang secara tidak sengaja dipelihara oleh nenek-moyang. coba deh kalo nggak percaya orang indonesia itu sensitif coba kamu ganti status BBM mu dengan kata-kata: "SAYA NGGAK SUKA DENGAN ORANG YANG SUKA GANTI DP SERING DAN ALAY. MOHON MAAF SAYA DELETE CONTACT SAJA.". silahkan duduk dan tunggu berapa chat yang bakal masuk. :))
banyak yang bilang gini: "kamu itu nggak boleh mudah tersinggung, kalo orang tuamu diejek biarin aja, biar Tuhan yang membalas". Tapi saat ada yang bilang ke dia; "kamu rada gendutan deh.." ngambek tiga hari tiga malam nggak mau bales chat ato sms. aneh ya? iya.. bangsa Indonesia itu emang aneh.
Nah, balik lagi ketopik tentang publisitas politik yang terlalu berlebihan. kalo di timeline twitter saya sih emang nggak terlalu banyak berefek parah, tapi kalo lihat newsfeed facebook-ku yang notabene-nya banyak orang yang nggak kenal jadi teman difacebook lalu tiba-tiba ngeshare hal politik yang berunsur fitnah dan menjelekan calon yang lain. saya jujur sempet gemes sama mereka-mereka ini, makanya saya pernah bikin status panjang tentang politik yang intinya jangan pake negative campaign lalu ada yang komen bahwa negative campaign itu diperbolehkan, tapi lima menit kemudian dia memposting status yang isinya melaknat orang-orang yang memposting negative campaign terhadap calon yang dia dukung. scumbag!
nah, sampe aku bikin status lagi kalo intinya kaya gini: "i am saying about politics because the stupidity about politics in my news feed are so damn high". Nangkep nggak maksudku? aku jadi ikut posting tentang salah satu capres karena gregetan aja, mereka dengan bangganya merasa tahu segala-galanya dengan menjelekkan salah satu capres padahal aku yakin dulu waktu kuliah atau sekolah "status quo" itu nggak tahu pengertiannya. aneh ya? Iya, bangsa indonesia itu suka yang aneh-aneh.
Ya bukannya skeptis sama bangsa sendiri, tapi sepertinya ada yang salah dengan konsep berfikir bangsa ini. harus ada yang perlu diperbaiki.
Nah, masalah kembali muncul. karena semakin gemes akhirnya tali silaturahmi dan pertemanan pada putus karena postingan politik yang sering berlawanan. banyak yang akhirnya meninggalkan karena udah jenuh dengan postingan yang isinya menjelekkan dan memfitnah. Lalu, bermunculan orang-orang yang sok-bijak untuk tidak mengorbankan pertemanan hanya demi masalah politik. seperti yang aku bilang di awal kalo orang indonesia itu sensi-an. sebenernya bukan cuma masalah politik, masalah yang lainnya pun juga. mereka-mereka yang memutuskan pertemanan karena masalah perbedaan pendapat itu adalah tipikal bangsa indonesia banget. SENSIAN. :))
kalo aku pribadi sih nggak terlalu mempermasalahkan hal ini. kalo dinilai terlalu berisik ya tinggal unfollow, atau di unfriend aja. nggak perlu yang namanya membikin postingan yang nadanya nyindir tapi masih berteman di kehidupan socmed. itu kaya kita naik bis yang reyot rusak tapi mencibir mengomel didalamnya karena sudah reyot. kalo emang nggak suka silahkan turun dari bis, lalu cari bis lain. gampang kan? Nah, masalahnya adalah orang-orang itu lebih menseriusin kehidupan maya-nya mereka ketimbang kehidupan nyatanya. aku yakin banget mereka yang suka berdebat di internet kalo dipertemukan dan disuruh berdebat berhadap-hadapan nggak bakal se-bawel seperti di twitter ato facebook. I guarantee that. kalo kamu di unfollow orang terus kamu ngambek ya tinggal di unfollow balik, kalo perlu block ya tinggal di block. karena PERTEMANAN ITU NGGAK SEDANGKAL UNFOLLOW, DELCONT AKUN SOSIAL, beroohh.. :))
aku sering banget diunfollow orang-orang. celakanya aku pasti tau siapa yang unfollow. ya tinggal unfollow balik aja. toh, kalo ketemu ya paling kita sok peres dengan masang muka baik didepannya. bukannya orang indonesia itu lihai dalam bersandiwara? :D
aku mah sama sekali nggak sedih soalnya esensi pertemanan bukan cuma dari social media. bisa aja lho kita saling follow karena kita "terpaksa" memfollow. Aku juga hobi banget delete contact BBM yang sekiranya nggak ada interaksi simbiosis mutualisme. lhah buat apa dipertahanin kalo cuma bikin sakit hati? itu namanya bunuh diri.
but, overall ya sah-sah aja sih mau black campaign, negative campain atau malah sok bijak. resikonya cuma angka followers kamu atau angka contact di BBM bakal menyusut. itu aja. Simple kan?
2. Broadcast Message tak perlu
ini suer mengganggu banget. itu kaya kamu mau boker tapi malah disuruh bikin mie instant. #Apasih #NggakNyambung . jadi gini, saat kita menunggu chat dari gebetan, pacar, selingkuhan, mantan gebetan, mantan pacar, mantan selingkuhan atau malah mantan majikan lalu tiba-tiba hape kita berbunyi dan pas dibuka cuma isinya gini: "kenalin nieh temen guweh gawl gile, orangnya imoet lucu tapi suka dendam. add PIN yach di 789bad3". apaan coba? rasanya pingin banting tuh hape kan?
sebenernya ya nggak masalah kalo BM-nya cuma masalah info lowongan kerja, atau info penting yang perlu disebarin kaya kehilangan hati, stnk ato anggota keluarga. sering kita temui ada yang suka BM dengan mengatas-namakan agama. lalu dia seolah-olah ulama alim yang bilang menyebarkan ini sama aja mendapatkan pahala seperti orang berpuasa 10 hari.Konteksnya beda sob dalam masalah menyiarkan kebaikan ini. dulu diberi pahala karena kebaikan itu diimbangi dengan aksi seperti jalan kedesa sebelah, berdiri di mimbar lalu berteriak-teriak dengan lantang. lha sekarang tinggal copas lalu klik send to all. Beres. padahal pas nge-BM itu lagi masturbasi. kebayang nggak dapet pahalanya dari mana? karena gini, orang yang rajin solat itu belum tentu menjadi orang baik. kelakuanlah yang menjadikan orang itu baik apa tidak. bukan dilihat dar rajin apa enggaknya dia solat. Lhah buktinya banyak kok, yang suka update status solat tapi masih pasang DP vulgar, yang suka update pasang DP berhijab tapi sukanya ngomongin orang, menjelek-jelekan orang. banyak. kamu termasuk yang mana?
Ya saran aja sih, kalo nanti lagi mau nge-BM silahkan dipilih contact yang sekiranya emang layak dapet BM tersebut. nggak semua kamu tembak rata. aku berasumsi kalo orang-orang yang nge-BM itu sebenernya cuma males aja milihin contact yang ada, dan suka ambil cara tersimple untuk mengejar pahala. :))
sebenernya mah banyak yang mau aku omongin, cuma kok ya wes kadung males..hahaha..
ya udah segitu dulu aja ya, nanti bisa disambung lagi kalo emang ada yang bikin nggak enak hati. hahha..
wassalamu'alaikum Wr, Wb.
warm regards
nailal
Cari
Selasa, 24 Juni 2014
Kamis, 12 Juni 2014
Dear Anissa
Tuhan,bahagiakan dia untukku. Selalu.
Dear Anissa,
Doa itu selalu aku sampaikan ke
Tuhan beribu-ribu kali. Sampai bibirku kelu berucap. Dan kita sama-sama tahu
bahwa – dia – yang ada didalam doaku adalah kamu.Tuhan mungkin bosan
mendengarnya, lalu menuliskannya dibuku – hijau – motif batik bertuliskan
namamu di singgahsana-Nya. Berulang
kali.
Sudah berpuluh, atau mungkin
ratusan surat kukirimkan. Tidakkah kamu menerimanya?. Terkadang aku hanya
mengirimkan sepotong doa dan rindu. Kadang juga sebentuk hati lengkap dengan
perangko burung belibis seharga tiga-ribu-rupiah yang aku beli di kantor pos.
Ah, rasanya ganjil jika setiap
surat-surat tak menanyakan kabar terlebih dahulu dibagian awalnya.
Anissa, kamu apa kabar?
Dia pasti memperlakukanmu bak
putri di jauh sana. Hal yang tak pernah aku lakukan saat
denganmu.
Dulu – sekali.
Aku yang tidak pernah punya kesempatan, dan kamu yang
tak pernah memberikan aku peluang. Lalu seakan aku berpura-pura menyalahkan
dirimu, tapi akhirnya aku yang salah. Tapi, kamu selalu bahagia kan disana? Aku
sedih bila kamu tak bahagia. Itulah sebabnya aku menyembunyikan semua
updates-mu di BBM dan twitter. Aku sengaja membuatmu “diam” di twitter. Demi kebahagiaanmu
dan aku. Karena bahagia adalah alasan buatmu tak memilihku. Jangan tanyakan
padaku. Karena kamu sudah tahu jawabannya. pastinya.
Aku bersyukur saat Tuhan
memperbolehkan kita bertemu. Disana. Dimeja-meja yang berbaris rapih terhias
pelayan baru ber-hitam putih menawarkan makanan. Kamu ingat saat ku tanyakan
padamu – mau pesan makanan apa? – tapi kamu hanya membalas dengan gerakan
pundak.
– terserah –
katamu.
Lalu kita tenggelam bersama dengan makanan
yang kita santap. Harusnya aku tahu maksudmu menghabiskan makanan secepatnya.
Sometimes, we create our heartbreaks through expectation. Aku yang terlalu
berharap. Dan bodohnya aku tak mengenalinya saat itu.
Kamu tak lagi menagis kan? Aku
harap dia selalu memelukmu. Mengusap air mata peluhmu. Aku hanya bias memelukmu
melalui doa-doaku yang selalu aku rapalkan setiap harinya. Seperti candu. Bisa
jadi, dia adalah buah dari doa-doaku. Semoga saja benar. Dan berharaplah bahwa aku
selalu berfikir positif tentang itu.
Aku selalu merindukan hidung
semampaimu. Dan aku selalu merindukan kaki-kaki jenggang mu mengapitku saat membonceng.
Kadang, aku berdoa buatmu mengetahui besarnya harapan untukmu tetap tinggal.
Harusnya aku sadar, ucapan selamat tinggal malam itu adalah yang terakhir. Kamu
yang selalu tak pernah peduli dan aku yang selalu kebakaran jenggot karena ke-canggung-an-ku menghadapimu. Harusnya aku tahu. Harusnya.
Jadi, kamu, apa kabar?
Dear anissa, rasanya hati kita
berjarak setengah planet bumi. Atau mungkin sejauh galaksi bima sakti. Kau
tahu? Aku selalu melihat contact di blackberry
messenger-ku, hanya untuk memastikan kamu bahagia dengannya. Atau kadang
untuk membuatku menyayat perih mengingatmu. Dan kemudian aku menangis
tersedu-sedu macam anak kecil kehilangan permennya. Lalu akhirnya berhenti
menangisi karena lelah untuk terus bersedih. Aku lelah untuk terus bersedih.
Akhirnya rasa itu datang. Aku tak
pernah mengundangnya singgah dihati. Hanya dia datang begitu saja. Just passing by, not even to stay.
Awalnya dia memperkenalkan dirinya sendiri sebagai kecewa. Sesekali mengobrak-abrik
rumah impian kita. Lalu membuatku seperti orang bodoh yang menangisimu. Lalu
kemudian terkadang dia juga mengundang salah satu temannya – amarah yang juga
sering mampir kerumah. Meski hanya sebentar.
Dengan mu seperti membaca buku.
Selalu mempunyai epilog disetiap akhir cerita. Aku sungguh bermaksud untuk dibacamu
pelan. Membunuh waktu lalu kemudian memelukmu selalu. Setiap huruf yang
terangkai, alur cerita lembut, semampai dan bangir hidung itu. Kamu
mengagumkan. Disetiap kalimatnya aku sering berharap jarak yang memisahkan kata
akan semakin merapat dipelaminan. Kata “aku” dan “kamu” bersanding di epilog
buku ini.
Aku telah habis membaca seluruh
cerita ini. Diujung epilog ini kuselipkan surat. Andai saja kamu mau
menyelesaikan buku ini juga disana dan membaca suratku, lalu saat kau selesai
semuanya, kau tutup buku ini dan tegar. Berjanjilah kau akan selalu bahagia dan
melupakanku. Jika suatu saat nanti kita bertemu, teruslah untuk berpura-pura
tidak mengenalku. Karena, aku akan melakukan hal yang sama untukmu.
***
Dear Anissa,
Aku rasa, menjauhku
adalah hal terbaik untuk kita. Aku dan
kamu – aku tak kan lagi berpura-pura melupakanmu, dan kamu tak lagi susah
mencari alasan untuk menghindar. Entah dimanapun kamu berada sekarang. Aku
harap kamu bahagia dengan segala pilihanmu.
Sudah saatnya aku
berhenti menatap gambarmu di layar ponselku. Sudah saatnya aku berhenti
mengetikan nama akun twitter-mu dalam kolom pencarian lalu kemudian membaca
tweets-mu yang berujung isakan. Sudah saatnya aku mulai menyembunyikan semua
pembaharuanmu di kontak BBM-ku. Aku lelah menunggu. Itu saja. Sudah saatnya aku
bergerak menjauh kemudian hilang diantara pohon-pohon jati – yang dulu kau
ceritakan jika kamu bermimpi mempunyai rumah dengan latar pohonan jati.
Seperti layar televisi
yang kemudian sekejap lenyap. Hitam
pekat memeluk senyap.
Semoga kamu selalu
tahu, bahwa akan ada selalu ada kamu di bagian hatiku
Terima kasih untuk
segalanya. Cukup satu rotasi saja aku
mengharapkanmu. Aku mohon pamit.
Tanpa harap,
N
_hidup adalah sebuah pilihan. termasuk memilih untuk move on dan berbahagia_
Salatiga, 13 Juni 2014
diiringi lagu Arcade Fire _ Divorce Papper (OST. Her).
Nailal Mustaghfiri
Langganan:
Postingan (Atom)