Teruntuk masa depanku,
Entah aku harus mulai dari mana kalimat-kalimat ini agar bisa diterima dengan baik olehmu-masa depanku. yang jelas aku ingin sekali bicara empat mata denganmu. semua gemuruh keraguan, kegelisahan ini agar kau juga merasakannya. tentangmu, dan tentang masa depan kita.
masa depanku, bertemu denganmu adalah anugerah yang Indah dari Tuhan. andaikan bisa dibayangkan, kamu itu adalah usapan tangan renta ibu saat aku meringkuk sendu dipangkuan dikala hujan mempermainkan aku sampai kuyu. Damai, tenang meski masih menyisakan kegelisahan. gelisah karena akan bertahan sampai kapan usapan ibu itu.
teruslah menjadi sesuatu yang selalu aku ragui. karena ragu itu penting. tanpa keraguan kita akan menjadi ambigu antara percaya dan tidak sama sekali. ragu membuat suatu kepercayaan makin terus hidup. maafkan aku jika aku terus selalu ragu padamu. aku selalu mencoba untuk tidak ragu, tapi aku khawatir jika ke-tidak-ragu-an-ku menjadi tak lagi peduli. tentunya kamu tidak mau hal itu terjadi. tetapi, jangan kemudian ragu menjadi pemicu badai-badai kita.
jujur aku tidak pernah peduli tentang masa lalumu. karena dengan itu semua, kamu menjadi seperti ini. dan aku menerimamu komplit sepaket-paketannya. aku menerimamu bukan karena kamu cantik. ah, terlalu klasik dan naif rasanya jika hanya karena cantik aku mau bertahan. bukan juga karena kamu kaya, lalu aku mau bertahan denganmu sekaligus aku mau menyelamatkan diriku sendiri dari garis kemiskinan. aku menerimamu karena aku rasa kamu yang bisa meredam gemuruhku, sedihku dan mau berjuang denganku.
Sebelumnya aku ingin jujur. Bagiku, wanita itu tidak untuk diperjuangkan. rasanya tidak adil jika hanya wanita saja yang diperjuangkan. Lebih tepatnya adalah sama-sama diperjuangkan. Masih ingat cerita Adam dan Hawa yang turun ke bumi setelah diusir dari surga? mereka berdua sama-sama berjuang untuk saling mencari satu sama lain. pernah dengar cerita Hawa malah duduk dan menunggu Adam menjemput? tentu tidak, bukan? itulah esensi Nabi-Nabi kita menceritakan bagaimana mencintai.
Karena, aku pribadi, dibanding dengan yang lain, aku tidak ada apa-apanya. aku sepenuhnya sadar jika aku tidak kaya. yang bisa melindungi kamu dari sengat matahari, atau deru badai hujan di bulan november. Aku mohon maaf jika hanya seperti ini saja saat ini aku padamu. mohon maaf aku tidak mirip dengan masa lalu - masa lalumu.
aku juga sadar jika aku tak setampan pria impianmu, atau pemain sinetron yang tiap kali kau tonton saat berkunjung kerumah. aku sadar. terimakasih telah mau bertahan. jika suatu saat nanti kamu pergi, aku tetap bangga, karena kamu, pernah bilang cinta padaku.
lalu, aku juga sadar akan semua keterbatasanku. maaf. masa depanku, aku harap kamu terima aku apa adanya meski seadanya seperti aku padamu.
yang tercinta masa depanku, semua orang berhak berbangga akan segala pilihannya dan boleh bersombong. karena semua orang melakukannya. tetapi, jarang ada orang yang mau bertahan akan pilihannya, meski yang lain bisa jadi lebih baik. kamu adalah perempuan yang aku yakini menjadi pendamping hidupku. aku bangga dan sangat bahagia akan pilihanku.cinta bukan berati mendapatkan yang lebih baik saja. tetapi mempertahankan serta memperjuangkan juga. Dari sekian rintangan yang aku hadapi, aku masih mampu bertahan, dan akan terus tetap bertahan untuk memperjuangkanmu. suatu saat nanti, jika memang aku bukan lagi menjadi pilihanmu, aku ikhlas kau panggil apa saja.
aku akui, aku tak punya apa-apa. apa - pun aku tak punya. tapi aku punya hal yang sering kali kamu tak pernah mampu untuk melihatnya. aku punya doa dan waktu. iya, doa dan waktu. bisa saja mereka berjanji untuk membelikanmu mobil atau rumah seperti pesan-pesan singkat yang dikirim ke handphone mu kemarin sore. jujur aku bergemuruh. dan aku yakin aku bisa memiliki apapun yang lebih dari bangsat-bangsat yang cuma bisa janji. tetapi, aku harap kamu bersabar denganku. saat ini aku hanya punya doa dan waktu. doa yang aku selipkan disetiap sujudku, agar kamu terhindar dari amarah Tuhan. dan waktu yang selalu aku usahakan disela-selaku mengejar harta.
maafkan aku yang hanya bisa jadi pria yang merasa bisa dan benar atas egala hal dan tidak mau mendengarkan perkataanmu. maafkan aku.
Cari
Selasa, 18 November 2014
Rabu, 24 September 2014
Epilog
Sebelum kamu membaca ini semakin
dalam, aku mohon dengan sangat agar kamu mengenakan headphone-mu , lalu mainkan
lagunya Emeli Sande – Clown yang biasa aku nyanyikan disaat kita bersama
membelah kota dengan sepeda motor bututku, dulu disaat sendu. Karena, disaat aku menulis ini, aku sembari
menyanyikannya dengan gemuruh, pendar petir. Di hati.
###
Kita sudah sampai di akhir. Iya,
kita. Aku dan kamu. Berada diujung jalan kita masing-masing. Itulah kenapa aku
namai ini sebagai epilog. Aku tidak pernah membayangkan bahwa akhirnya kita
memiliki jalur yang berbeda. Oh, bukan kita. Cuma kamu saja. Aku masih dijalur
yang biasa kita impikan dan perjuangkan – jalur yang biasa kita angan-angankan
disaat rebahan dibawah konstalasi bintang milky
way diatap kosku.
Kita sudah berada diujung akhir
buku yang tiap hari kita biasa tuliskan dengan penuh harapan-harapan dan
doa-doa. Aku tidak mengerti kenapa ini semua berakhir. Apakah doa-doa kita
tidak memiliki perangko, sampai-sampai pak pos tidak mau beranjak sehingga
Tuhan tidak menerimanya? Ataukah kita kehabisan pulsa? Sering aku tanyakan
kepada Tuhan akan hal itu. Dia membisu. Aku tersedu. Semakin dalam aku larut
diantara remah embun diujung mata sujudku.
Sebentar lagi kita akan sama-sama
menutup lembar terakhir buku kita. Kamu hendak menuliskan cerita yang lain, dan
aku hanya akan menuliskan synopsis dan biodataku sendiri dilembaran cover
belakang buku kita. Diikuti dengan membubuhkan tanda tanganku sebagai pelengkap.
Lalu sepenuhnya hanya untuk dikenang. Olehku saja. Bukan kamu, mungkin karena
kamu akan terlalu sibuk dengan menuliskan cerita dengan harapan, doa yang
menggebu dibuku dan cerita yang lain. Semoga tidak kehabisan perangko ataupun
pulsa. Aku berdoa itu untukmu.
Aku sangat berterimakasih telah
sudi mampir dibuku-ku ini. Terimakasih telah mau meluangkan waktu untuk
menuliskan berpuluh, beratus-ratus lembar cerita dan doa-doa kita dengan tulus.
Aku sangat bangga sekali denganmu. Dan aku selalu akan bahagia. Karena kamu
pernah bilang bahwa kamu sangat mencintaiku seadanya. Terimakasih telah membuat
bapak-nomor-satu-didunia-ku bahagia mendengar setiap cerita-cerita yang kau
haturkan dari kota. Bapak selalu menggemari cerita-ceritamu dikala kamu mampir
kerumah. Terimakasih telah membuat ibuku bahagia karena akhirnya ada yang mau
menemani beliau memasak. Kamu tahu kan jika kakak-kakakku tidak ada yang bisa memasak.
Remah-remah candamu tertinggal disini. Sudikah mau mengambilnya? Sepertinya mereka
tidak lagi membutuhkan itu.
Jarak. Lalu, tumbuh diantara kita
sebuah jarak. Spasi yang biasa kita ciptakan untuk melengkapi kata-kata menjadi
semakin jauh. Spasi yang tidak pernah kita duga akan memisahkan cerita-cerita
kita. Setelah buku ini tertutup rapat aku mohon untuk tidak pernah lagi mencoba
membuka buku ini. Aku takut buku barumu sakit hati. Karena aku begitu. Dulu. Setelah
buku ini habis, aku harap kamu tidak pernah menanyakan aku. Meskipun hanya
kabar. Bisa saja aku sudah tidak mencetak buku baru lagi. Tinggalkan saja aku
diperpustakaan yang biasa kamu kunjungi disaat kota menyengat panasnya. Sibukkan
dirimu dengan harapan-harapan baru. Doa-doa baru yang tiada henti. Kamu berhak
mendapatkan yang lebih dari sekedar aku. Letakkan saja buku ini dirak kategori
novel baris kedua dari bawah. Tidak perlu menghafal nomor serinya. Dan kamu
pasti tahu alasannya.
Hidup adalah sebuah pilihan, termasuk memilih untuk bahagia.
Itulah kalimat yang selalu aku
ucapkan padamu. Kamu berhak memilih bahagia. Kamu pantas mendapatkan lebih dari
sekedar aku.
Kita sudah sampai diujung. Sudah aku
maafkan segalanya. Mulai sekarang kamu bebas untuk pergi. Begitupun sebaliknya.
Maafkan aku atas segala ketidaknyamanan sehingga kamu pindah ke buku yang lain.
Maafkan jika tempat berteduhku tak senyaman dan sebagus mereka yang kamu
impikan. Maafkan aku yang tidak bisa menepati janjiku untuk menahanmu lebih
lama.
###
Kalimat-kalimatku hampir habis. Sebelum
titik memaksaku berhenti, aku memliliki satu permintaan. Aku mohon ingat lagi
segala tujuan awal dan semua komitmen disaat lembar kata pengantar tertuang
dibuku yang lain. Lalu semua epilog-epilog ini akan musnah. Mungkin aku tak
seberuntung yang lain. Maka, aku harap jangan pernah lagi membuat epilog yang
lain. Cukup aku saja yang jadi badutmu.
24 september 2014
Nailal mustaghfiri.
Terselip ini, untuk kita, disaat
badai diantara kita sedang melanda. Cepatlah sembuh. Mari lari-lari lagi.
People change, feelings change. It doesn’t mean that the love once
shared wasn’t true and real. It simply just means that sometimes when people
grow, they grow apart.
Selasa, 24 Juni 2014
Untitled.
Assalamu'alaikum Wr. Wb..
sebelumnya mohon maaf sekali kalo postingan ini nggak ada kata-kata galau sendu melow yang menyayat hati dahulu. ya karena emang cuma pingin sharing sesuatu yang aku anggep ini rada "MENGGANGGU", baik hatiku, pikiran dan nafsu makanku. "lha kok bisa, lal?". Ya bisa aja thoo.. mengko tak jelaske.
Aku yakin banyak banget dari orang-orang yang menilai kalo mas nailal, mister sipit, mas ilal, mas El, kang Mus, monyet (ini fakta, aku suka dipanggil monyet saat KKN dulu) itu orangnya simple-minded, easy going, dan welcomed-profile. meskipun hampir semuanya benar dan emang kaya gitu tapi sebenernya saya itu sensitive.
Aku seorang pisces. orang pisces itu biasanya smart, creative, dan easy going. Tapi dibalik itu semua ada sifat dari sebuah ikan yang memang tidak pernah ketebak alur pikirannya. pernah liat kan kalo ikan suka berenang kearah tiba-tiba? nah, salah satu sifat seorang pisces itu ya UNPREDICTABLE. jangan coba coba buat nebak alur pikirannya seorang pisces kalo kamu nggak mau terima resikonya. Sebenernya ada 2 resiko yang bakal muncul, 1). dia (pisces) bakal nganggep kamu sebagai lawan karena pisces dan kebanyakan orang nggak suka dengan yang sok-tahu. 2). dia (pisces) bakal menjauhi dan membenci tanpa alasan. see, a Pisces doesn't need a reason to love or hate somebody. it just happens. :))
Nah, mari kembali main topic-nya ya..
gini, akhir-akhir ini aku memang terganggu dan merasa jadi nggak aman suasana hatinya.. #Ceilah karena beberapa hal yang emang bagi aku pribadi sih rada "malesin". yuk mari kita list satu per satu.
1. Postingan Politik yang berlebihan.
Overall, memang musimnya kali yee semua orang bahas politik. tapi gini deh, kayaknya nggak lazim aja semua-semuanya bicara politik meskipun pendidikan politik itu seharusnya diterapkan sejak dini seperti yang ditulis mas Andrew diblog-nya. Tapi ya gini, masalahnya risih aja temen yang biasanya biasa-biasa aja, tiba-tiba ngepost di facebook mereka tentang pemberitaan fitnah dan negative tentang salah satu capres. kaya temenmu itu yang dulunya nerd lalu seketika menjadi beast yang memporak-porandakan rumah-rumah penduduk.
Gini, masalah nasionalisme adalah hal yang sensitif bagi bangsa indonesia. Dulu masalah bola aja sampe dibelain ribut. masalah rebutan batik juga sampe menyumpahi. kalo batik itu dicuri, sejak dulu kamu ngrasa melestarikan batik nggak? sejak dulu bangga nggak ada kesenian reog? sebenernya sih orang indonesia itu SENSITIF-AN. lha iya, cuma usulnya ditampung aja marah. cuma dikritik aja langsung walk-out nggak mau kerja. kenapa kok sensitif? saya berasumsi kalo sensitif itu adalah kebudayaan yang secara tidak sengaja dipelihara oleh nenek-moyang. coba deh kalo nggak percaya orang indonesia itu sensitif coba kamu ganti status BBM mu dengan kata-kata: "SAYA NGGAK SUKA DENGAN ORANG YANG SUKA GANTI DP SERING DAN ALAY. MOHON MAAF SAYA DELETE CONTACT SAJA.". silahkan duduk dan tunggu berapa chat yang bakal masuk. :))
banyak yang bilang gini: "kamu itu nggak boleh mudah tersinggung, kalo orang tuamu diejek biarin aja, biar Tuhan yang membalas". Tapi saat ada yang bilang ke dia; "kamu rada gendutan deh.." ngambek tiga hari tiga malam nggak mau bales chat ato sms. aneh ya? iya.. bangsa Indonesia itu emang aneh.
Nah, balik lagi ketopik tentang publisitas politik yang terlalu berlebihan. kalo di timeline twitter saya sih emang nggak terlalu banyak berefek parah, tapi kalo lihat newsfeed facebook-ku yang notabene-nya banyak orang yang nggak kenal jadi teman difacebook lalu tiba-tiba ngeshare hal politik yang berunsur fitnah dan menjelekan calon yang lain. saya jujur sempet gemes sama mereka-mereka ini, makanya saya pernah bikin status panjang tentang politik yang intinya jangan pake negative campaign lalu ada yang komen bahwa negative campaign itu diperbolehkan, tapi lima menit kemudian dia memposting status yang isinya melaknat orang-orang yang memposting negative campaign terhadap calon yang dia dukung. scumbag!
nah, sampe aku bikin status lagi kalo intinya kaya gini: "i am saying about politics because the stupidity about politics in my news feed are so damn high". Nangkep nggak maksudku? aku jadi ikut posting tentang salah satu capres karena gregetan aja, mereka dengan bangganya merasa tahu segala-galanya dengan menjelekkan salah satu capres padahal aku yakin dulu waktu kuliah atau sekolah "status quo" itu nggak tahu pengertiannya. aneh ya? Iya, bangsa indonesia itu suka yang aneh-aneh.
Ya bukannya skeptis sama bangsa sendiri, tapi sepertinya ada yang salah dengan konsep berfikir bangsa ini. harus ada yang perlu diperbaiki.
Nah, masalah kembali muncul. karena semakin gemes akhirnya tali silaturahmi dan pertemanan pada putus karena postingan politik yang sering berlawanan. banyak yang akhirnya meninggalkan karena udah jenuh dengan postingan yang isinya menjelekkan dan memfitnah. Lalu, bermunculan orang-orang yang sok-bijak untuk tidak mengorbankan pertemanan hanya demi masalah politik. seperti yang aku bilang di awal kalo orang indonesia itu sensi-an. sebenernya bukan cuma masalah politik, masalah yang lainnya pun juga. mereka-mereka yang memutuskan pertemanan karena masalah perbedaan pendapat itu adalah tipikal bangsa indonesia banget. SENSIAN. :))
kalo aku pribadi sih nggak terlalu mempermasalahkan hal ini. kalo dinilai terlalu berisik ya tinggal unfollow, atau di unfriend aja. nggak perlu yang namanya membikin postingan yang nadanya nyindir tapi masih berteman di kehidupan socmed. itu kaya kita naik bis yang reyot rusak tapi mencibir mengomel didalamnya karena sudah reyot. kalo emang nggak suka silahkan turun dari bis, lalu cari bis lain. gampang kan? Nah, masalahnya adalah orang-orang itu lebih menseriusin kehidupan maya-nya mereka ketimbang kehidupan nyatanya. aku yakin banget mereka yang suka berdebat di internet kalo dipertemukan dan disuruh berdebat berhadap-hadapan nggak bakal se-bawel seperti di twitter ato facebook. I guarantee that. kalo kamu di unfollow orang terus kamu ngambek ya tinggal di unfollow balik, kalo perlu block ya tinggal di block. karena PERTEMANAN ITU NGGAK SEDANGKAL UNFOLLOW, DELCONT AKUN SOSIAL, beroohh.. :))
aku sering banget diunfollow orang-orang. celakanya aku pasti tau siapa yang unfollow. ya tinggal unfollow balik aja. toh, kalo ketemu ya paling kita sok peres dengan masang muka baik didepannya. bukannya orang indonesia itu lihai dalam bersandiwara? :D
aku mah sama sekali nggak sedih soalnya esensi pertemanan bukan cuma dari social media. bisa aja lho kita saling follow karena kita "terpaksa" memfollow. Aku juga hobi banget delete contact BBM yang sekiranya nggak ada interaksi simbiosis mutualisme. lhah buat apa dipertahanin kalo cuma bikin sakit hati? itu namanya bunuh diri.
but, overall ya sah-sah aja sih mau black campaign, negative campain atau malah sok bijak. resikonya cuma angka followers kamu atau angka contact di BBM bakal menyusut. itu aja. Simple kan?
2. Broadcast Message tak perlu
ini suer mengganggu banget. itu kaya kamu mau boker tapi malah disuruh bikin mie instant. #Apasih #NggakNyambung . jadi gini, saat kita menunggu chat dari gebetan, pacar, selingkuhan, mantan gebetan, mantan pacar, mantan selingkuhan atau malah mantan majikan lalu tiba-tiba hape kita berbunyi dan pas dibuka cuma isinya gini: "kenalin nieh temen guweh gawl gile, orangnya imoet lucu tapi suka dendam. add PIN yach di 789bad3". apaan coba? rasanya pingin banting tuh hape kan?
sebenernya ya nggak masalah kalo BM-nya cuma masalah info lowongan kerja, atau info penting yang perlu disebarin kaya kehilangan hati, stnk ato anggota keluarga. sering kita temui ada yang suka BM dengan mengatas-namakan agama. lalu dia seolah-olah ulama alim yang bilang menyebarkan ini sama aja mendapatkan pahala seperti orang berpuasa 10 hari.Konteksnya beda sob dalam masalah menyiarkan kebaikan ini. dulu diberi pahala karena kebaikan itu diimbangi dengan aksi seperti jalan kedesa sebelah, berdiri di mimbar lalu berteriak-teriak dengan lantang. lha sekarang tinggal copas lalu klik send to all. Beres. padahal pas nge-BM itu lagi masturbasi. kebayang nggak dapet pahalanya dari mana? karena gini, orang yang rajin solat itu belum tentu menjadi orang baik. kelakuanlah yang menjadikan orang itu baik apa tidak. bukan dilihat dar rajin apa enggaknya dia solat. Lhah buktinya banyak kok, yang suka update status solat tapi masih pasang DP vulgar, yang suka update pasang DP berhijab tapi sukanya ngomongin orang, menjelek-jelekan orang. banyak. kamu termasuk yang mana?
Ya saran aja sih, kalo nanti lagi mau nge-BM silahkan dipilih contact yang sekiranya emang layak dapet BM tersebut. nggak semua kamu tembak rata. aku berasumsi kalo orang-orang yang nge-BM itu sebenernya cuma males aja milihin contact yang ada, dan suka ambil cara tersimple untuk mengejar pahala. :))
sebenernya mah banyak yang mau aku omongin, cuma kok ya wes kadung males..hahaha..
ya udah segitu dulu aja ya, nanti bisa disambung lagi kalo emang ada yang bikin nggak enak hati. hahha..
wassalamu'alaikum Wr, Wb.
warm regards
nailal
sebelumnya mohon maaf sekali kalo postingan ini nggak ada kata-kata galau sendu melow yang menyayat hati dahulu. ya karena emang cuma pingin sharing sesuatu yang aku anggep ini rada "MENGGANGGU", baik hatiku, pikiran dan nafsu makanku. "lha kok bisa, lal?". Ya bisa aja thoo.. mengko tak jelaske.
Aku yakin banyak banget dari orang-orang yang menilai kalo mas nailal, mister sipit, mas ilal, mas El, kang Mus, monyet (ini fakta, aku suka dipanggil monyet saat KKN dulu) itu orangnya simple-minded, easy going, dan welcomed-profile. meskipun hampir semuanya benar dan emang kaya gitu tapi sebenernya saya itu sensitive.
Aku seorang pisces. orang pisces itu biasanya smart, creative, dan easy going. Tapi dibalik itu semua ada sifat dari sebuah ikan yang memang tidak pernah ketebak alur pikirannya. pernah liat kan kalo ikan suka berenang kearah tiba-tiba? nah, salah satu sifat seorang pisces itu ya UNPREDICTABLE. jangan coba coba buat nebak alur pikirannya seorang pisces kalo kamu nggak mau terima resikonya. Sebenernya ada 2 resiko yang bakal muncul, 1). dia (pisces) bakal nganggep kamu sebagai lawan karena pisces dan kebanyakan orang nggak suka dengan yang sok-tahu. 2). dia (pisces) bakal menjauhi dan membenci tanpa alasan. see, a Pisces doesn't need a reason to love or hate somebody. it just happens. :))
Nah, mari kembali main topic-nya ya..
gini, akhir-akhir ini aku memang terganggu dan merasa jadi nggak aman suasana hatinya.. #Ceilah karena beberapa hal yang emang bagi aku pribadi sih rada "malesin". yuk mari kita list satu per satu.
1. Postingan Politik yang berlebihan.
Overall, memang musimnya kali yee semua orang bahas politik. tapi gini deh, kayaknya nggak lazim aja semua-semuanya bicara politik meskipun pendidikan politik itu seharusnya diterapkan sejak dini seperti yang ditulis mas Andrew diblog-nya. Tapi ya gini, masalahnya risih aja temen yang biasanya biasa-biasa aja, tiba-tiba ngepost di facebook mereka tentang pemberitaan fitnah dan negative tentang salah satu capres. kaya temenmu itu yang dulunya nerd lalu seketika menjadi beast yang memporak-porandakan rumah-rumah penduduk.
Gini, masalah nasionalisme adalah hal yang sensitif bagi bangsa indonesia. Dulu masalah bola aja sampe dibelain ribut. masalah rebutan batik juga sampe menyumpahi. kalo batik itu dicuri, sejak dulu kamu ngrasa melestarikan batik nggak? sejak dulu bangga nggak ada kesenian reog? sebenernya sih orang indonesia itu SENSITIF-AN. lha iya, cuma usulnya ditampung aja marah. cuma dikritik aja langsung walk-out nggak mau kerja. kenapa kok sensitif? saya berasumsi kalo sensitif itu adalah kebudayaan yang secara tidak sengaja dipelihara oleh nenek-moyang. coba deh kalo nggak percaya orang indonesia itu sensitif coba kamu ganti status BBM mu dengan kata-kata: "SAYA NGGAK SUKA DENGAN ORANG YANG SUKA GANTI DP SERING DAN ALAY. MOHON MAAF SAYA DELETE CONTACT SAJA.". silahkan duduk dan tunggu berapa chat yang bakal masuk. :))
banyak yang bilang gini: "kamu itu nggak boleh mudah tersinggung, kalo orang tuamu diejek biarin aja, biar Tuhan yang membalas". Tapi saat ada yang bilang ke dia; "kamu rada gendutan deh.." ngambek tiga hari tiga malam nggak mau bales chat ato sms. aneh ya? iya.. bangsa Indonesia itu emang aneh.
Nah, balik lagi ketopik tentang publisitas politik yang terlalu berlebihan. kalo di timeline twitter saya sih emang nggak terlalu banyak berefek parah, tapi kalo lihat newsfeed facebook-ku yang notabene-nya banyak orang yang nggak kenal jadi teman difacebook lalu tiba-tiba ngeshare hal politik yang berunsur fitnah dan menjelekan calon yang lain. saya jujur sempet gemes sama mereka-mereka ini, makanya saya pernah bikin status panjang tentang politik yang intinya jangan pake negative campaign lalu ada yang komen bahwa negative campaign itu diperbolehkan, tapi lima menit kemudian dia memposting status yang isinya melaknat orang-orang yang memposting negative campaign terhadap calon yang dia dukung. scumbag!
nah, sampe aku bikin status lagi kalo intinya kaya gini: "i am saying about politics because the stupidity about politics in my news feed are so damn high". Nangkep nggak maksudku? aku jadi ikut posting tentang salah satu capres karena gregetan aja, mereka dengan bangganya merasa tahu segala-galanya dengan menjelekkan salah satu capres padahal aku yakin dulu waktu kuliah atau sekolah "status quo" itu nggak tahu pengertiannya. aneh ya? Iya, bangsa indonesia itu suka yang aneh-aneh.
Ya bukannya skeptis sama bangsa sendiri, tapi sepertinya ada yang salah dengan konsep berfikir bangsa ini. harus ada yang perlu diperbaiki.
Nah, masalah kembali muncul. karena semakin gemes akhirnya tali silaturahmi dan pertemanan pada putus karena postingan politik yang sering berlawanan. banyak yang akhirnya meninggalkan karena udah jenuh dengan postingan yang isinya menjelekkan dan memfitnah. Lalu, bermunculan orang-orang yang sok-bijak untuk tidak mengorbankan pertemanan hanya demi masalah politik. seperti yang aku bilang di awal kalo orang indonesia itu sensi-an. sebenernya bukan cuma masalah politik, masalah yang lainnya pun juga. mereka-mereka yang memutuskan pertemanan karena masalah perbedaan pendapat itu adalah tipikal bangsa indonesia banget. SENSIAN. :))
kalo aku pribadi sih nggak terlalu mempermasalahkan hal ini. kalo dinilai terlalu berisik ya tinggal unfollow, atau di unfriend aja. nggak perlu yang namanya membikin postingan yang nadanya nyindir tapi masih berteman di kehidupan socmed. itu kaya kita naik bis yang reyot rusak tapi mencibir mengomel didalamnya karena sudah reyot. kalo emang nggak suka silahkan turun dari bis, lalu cari bis lain. gampang kan? Nah, masalahnya adalah orang-orang itu lebih menseriusin kehidupan maya-nya mereka ketimbang kehidupan nyatanya. aku yakin banget mereka yang suka berdebat di internet kalo dipertemukan dan disuruh berdebat berhadap-hadapan nggak bakal se-bawel seperti di twitter ato facebook. I guarantee that. kalo kamu di unfollow orang terus kamu ngambek ya tinggal di unfollow balik, kalo perlu block ya tinggal di block. karena PERTEMANAN ITU NGGAK SEDANGKAL UNFOLLOW, DELCONT AKUN SOSIAL, beroohh.. :))
aku sering banget diunfollow orang-orang. celakanya aku pasti tau siapa yang unfollow. ya tinggal unfollow balik aja. toh, kalo ketemu ya paling kita sok peres dengan masang muka baik didepannya. bukannya orang indonesia itu lihai dalam bersandiwara? :D
aku mah sama sekali nggak sedih soalnya esensi pertemanan bukan cuma dari social media. bisa aja lho kita saling follow karena kita "terpaksa" memfollow. Aku juga hobi banget delete contact BBM yang sekiranya nggak ada interaksi simbiosis mutualisme. lhah buat apa dipertahanin kalo cuma bikin sakit hati? itu namanya bunuh diri.
but, overall ya sah-sah aja sih mau black campaign, negative campain atau malah sok bijak. resikonya cuma angka followers kamu atau angka contact di BBM bakal menyusut. itu aja. Simple kan?
2. Broadcast Message tak perlu
ini suer mengganggu banget. itu kaya kamu mau boker tapi malah disuruh bikin mie instant. #Apasih #NggakNyambung . jadi gini, saat kita menunggu chat dari gebetan, pacar, selingkuhan, mantan gebetan, mantan pacar, mantan selingkuhan atau malah mantan majikan lalu tiba-tiba hape kita berbunyi dan pas dibuka cuma isinya gini: "kenalin nieh temen guweh gawl gile, orangnya imoet lucu tapi suka dendam. add PIN yach di 789bad3". apaan coba? rasanya pingin banting tuh hape kan?
sebenernya ya nggak masalah kalo BM-nya cuma masalah info lowongan kerja, atau info penting yang perlu disebarin kaya kehilangan hati, stnk ato anggota keluarga. sering kita temui ada yang suka BM dengan mengatas-namakan agama. lalu dia seolah-olah ulama alim yang bilang menyebarkan ini sama aja mendapatkan pahala seperti orang berpuasa 10 hari.Konteksnya beda sob dalam masalah menyiarkan kebaikan ini. dulu diberi pahala karena kebaikan itu diimbangi dengan aksi seperti jalan kedesa sebelah, berdiri di mimbar lalu berteriak-teriak dengan lantang. lha sekarang tinggal copas lalu klik send to all. Beres. padahal pas nge-BM itu lagi masturbasi. kebayang nggak dapet pahalanya dari mana? karena gini, orang yang rajin solat itu belum tentu menjadi orang baik. kelakuanlah yang menjadikan orang itu baik apa tidak. bukan dilihat dar rajin apa enggaknya dia solat. Lhah buktinya banyak kok, yang suka update status solat tapi masih pasang DP vulgar, yang suka update pasang DP berhijab tapi sukanya ngomongin orang, menjelek-jelekan orang. banyak. kamu termasuk yang mana?
Ya saran aja sih, kalo nanti lagi mau nge-BM silahkan dipilih contact yang sekiranya emang layak dapet BM tersebut. nggak semua kamu tembak rata. aku berasumsi kalo orang-orang yang nge-BM itu sebenernya cuma males aja milihin contact yang ada, dan suka ambil cara tersimple untuk mengejar pahala. :))
sebenernya mah banyak yang mau aku omongin, cuma kok ya wes kadung males..hahaha..
ya udah segitu dulu aja ya, nanti bisa disambung lagi kalo emang ada yang bikin nggak enak hati. hahha..
wassalamu'alaikum Wr, Wb.
warm regards
nailal
Kamis, 12 Juni 2014
Dear Anissa
Tuhan,bahagiakan dia untukku. Selalu.
Dear Anissa,
Doa itu selalu aku sampaikan ke
Tuhan beribu-ribu kali. Sampai bibirku kelu berucap. Dan kita sama-sama tahu
bahwa – dia – yang ada didalam doaku adalah kamu.Tuhan mungkin bosan
mendengarnya, lalu menuliskannya dibuku – hijau – motif batik bertuliskan
namamu di singgahsana-Nya. Berulang
kali.
Sudah berpuluh, atau mungkin
ratusan surat kukirimkan. Tidakkah kamu menerimanya?. Terkadang aku hanya
mengirimkan sepotong doa dan rindu. Kadang juga sebentuk hati lengkap dengan
perangko burung belibis seharga tiga-ribu-rupiah yang aku beli di kantor pos.
Ah, rasanya ganjil jika setiap
surat-surat tak menanyakan kabar terlebih dahulu dibagian awalnya.
Anissa, kamu apa kabar?
Dia pasti memperlakukanmu bak
putri di jauh sana. Hal yang tak pernah aku lakukan saat
denganmu.
Dulu – sekali.
Aku yang tidak pernah punya kesempatan, dan kamu yang
tak pernah memberikan aku peluang. Lalu seakan aku berpura-pura menyalahkan
dirimu, tapi akhirnya aku yang salah. Tapi, kamu selalu bahagia kan disana? Aku
sedih bila kamu tak bahagia. Itulah sebabnya aku menyembunyikan semua
updates-mu di BBM dan twitter. Aku sengaja membuatmu “diam” di twitter. Demi kebahagiaanmu
dan aku. Karena bahagia adalah alasan buatmu tak memilihku. Jangan tanyakan
padaku. Karena kamu sudah tahu jawabannya. pastinya.
Aku bersyukur saat Tuhan
memperbolehkan kita bertemu. Disana. Dimeja-meja yang berbaris rapih terhias
pelayan baru ber-hitam putih menawarkan makanan. Kamu ingat saat ku tanyakan
padamu – mau pesan makanan apa? – tapi kamu hanya membalas dengan gerakan
pundak.
– terserah –
katamu.
Lalu kita tenggelam bersama dengan makanan
yang kita santap. Harusnya aku tahu maksudmu menghabiskan makanan secepatnya.
Sometimes, we create our heartbreaks through expectation. Aku yang terlalu
berharap. Dan bodohnya aku tak mengenalinya saat itu.
Kamu tak lagi menagis kan? Aku
harap dia selalu memelukmu. Mengusap air mata peluhmu. Aku hanya bias memelukmu
melalui doa-doaku yang selalu aku rapalkan setiap harinya. Seperti candu. Bisa
jadi, dia adalah buah dari doa-doaku. Semoga saja benar. Dan berharaplah bahwa aku
selalu berfikir positif tentang itu.
Aku selalu merindukan hidung
semampaimu. Dan aku selalu merindukan kaki-kaki jenggang mu mengapitku saat membonceng.
Kadang, aku berdoa buatmu mengetahui besarnya harapan untukmu tetap tinggal.
Harusnya aku sadar, ucapan selamat tinggal malam itu adalah yang terakhir. Kamu
yang selalu tak pernah peduli dan aku yang selalu kebakaran jenggot karena ke-canggung-an-ku menghadapimu. Harusnya aku tahu. Harusnya.
Jadi, kamu, apa kabar?
Dear anissa, rasanya hati kita
berjarak setengah planet bumi. Atau mungkin sejauh galaksi bima sakti. Kau
tahu? Aku selalu melihat contact di blackberry
messenger-ku, hanya untuk memastikan kamu bahagia dengannya. Atau kadang
untuk membuatku menyayat perih mengingatmu. Dan kemudian aku menangis
tersedu-sedu macam anak kecil kehilangan permennya. Lalu akhirnya berhenti
menangisi karena lelah untuk terus bersedih. Aku lelah untuk terus bersedih.
Akhirnya rasa itu datang. Aku tak
pernah mengundangnya singgah dihati. Hanya dia datang begitu saja. Just passing by, not even to stay.
Awalnya dia memperkenalkan dirinya sendiri sebagai kecewa. Sesekali mengobrak-abrik
rumah impian kita. Lalu membuatku seperti orang bodoh yang menangisimu. Lalu
kemudian terkadang dia juga mengundang salah satu temannya – amarah yang juga
sering mampir kerumah. Meski hanya sebentar.
Dengan mu seperti membaca buku.
Selalu mempunyai epilog disetiap akhir cerita. Aku sungguh bermaksud untuk dibacamu
pelan. Membunuh waktu lalu kemudian memelukmu selalu. Setiap huruf yang
terangkai, alur cerita lembut, semampai dan bangir hidung itu. Kamu
mengagumkan. Disetiap kalimatnya aku sering berharap jarak yang memisahkan kata
akan semakin merapat dipelaminan. Kata “aku” dan “kamu” bersanding di epilog
buku ini.
Aku telah habis membaca seluruh
cerita ini. Diujung epilog ini kuselipkan surat. Andai saja kamu mau
menyelesaikan buku ini juga disana dan membaca suratku, lalu saat kau selesai
semuanya, kau tutup buku ini dan tegar. Berjanjilah kau akan selalu bahagia dan
melupakanku. Jika suatu saat nanti kita bertemu, teruslah untuk berpura-pura
tidak mengenalku. Karena, aku akan melakukan hal yang sama untukmu.
***
Dear Anissa,
Aku rasa, menjauhku
adalah hal terbaik untuk kita. Aku dan
kamu – aku tak kan lagi berpura-pura melupakanmu, dan kamu tak lagi susah
mencari alasan untuk menghindar. Entah dimanapun kamu berada sekarang. Aku
harap kamu bahagia dengan segala pilihanmu.
Sudah saatnya aku
berhenti menatap gambarmu di layar ponselku. Sudah saatnya aku berhenti
mengetikan nama akun twitter-mu dalam kolom pencarian lalu kemudian membaca
tweets-mu yang berujung isakan. Sudah saatnya aku mulai menyembunyikan semua
pembaharuanmu di kontak BBM-ku. Aku lelah menunggu. Itu saja. Sudah saatnya aku
bergerak menjauh kemudian hilang diantara pohon-pohon jati – yang dulu kau
ceritakan jika kamu bermimpi mempunyai rumah dengan latar pohonan jati.
Seperti layar televisi
yang kemudian sekejap lenyap. Hitam
pekat memeluk senyap.
Semoga kamu selalu
tahu, bahwa akan ada selalu ada kamu di bagian hatiku
Terima kasih untuk
segalanya. Cukup satu rotasi saja aku
mengharapkanmu. Aku mohon pamit.
Tanpa harap,
N
_hidup adalah sebuah pilihan. termasuk memilih untuk move on dan berbahagia_
Salatiga, 13 Juni 2014
diiringi lagu Arcade Fire _ Divorce Papper (OST. Her).
Nailal Mustaghfiri
Rabu, 01 Januari 2014
First Love (?)
cheerrio!!
udah lama banget ya nggak nge-blog. pasti kangen kan? kangen kan? HAHAHA *nunjuk-nunjuk sambil ketawa garing*. sebenernya mau cerita yang lebih serius seperti lanjutannya si "Ning! part I" (red: silahkan baca postingan tahun lalu, bulan mei kalo nggak salah, maap ye, pikun nih). tapi ya karena keadaan yang ngebuat lagi nggak pingin serius. soalnya kehidupan nyata gue lagi amburadul. makanya jangan ditambah amburadul aja. takutnya ngerugiin banyak orang lain. oh ya, FYI aja sih, gue udah jutekin more than 100 people lho dalam sebulan ini. ngrasa nggak enak aja.
oke deh, kita lanjutin, sampai mana tadi? oh, sampai mau cerita yang ringan-ringan aja gitu ya. waktu gue nulis ini sih sebenrnya suasananya emang nggak syahdu-syahdu mendayu alay gitu buat bikin cerita cinta, tapi apalah daya gue emang lagi pingin cerita tentang cinta. siap dengerin? LANJUTT! *ala ariel peterpan*
bismillahh....
waktu itu gue masih duduk di bangku SMA kelas 1, jujur gue emang belom pernah pacaran, meski udah sering suka sama cewek. cuma yang kali ini berbeda bro. ceilah manggilnya bro. brondong kali yee...
suatu hari datanglah seseorang cewek yang berhasil bikin gue jatuh hati. seseorang yang bisa ngebikin gue deg-degan setengah mati kaya lagi naik tornado (FYI aja sih, itu nama arena bikin mabok di kawasan ancol). seseorang yang bikin gue makin rajin berangkat sekolah. intinya bro, dia udah bikin gue jadi salah tingkah dan aneh.
namanya L**A. oke gue samarin deh jadi mawar. dia satu angkatan dibawah gue. nama lengkapnya gue udah nggak hapal, tapi yang jelas gue masih inget banget sama mata bulet kaya serabi dan senyum paling misterius manisnya se-SMA PMS. (sekolah ini masih berdiri sampai sekarang, gue masih angkatan muda, ke-13 bro. sekolah yayasan yang saat ini sudah memiliki dua cabang dan mempunyai murid lebih dari 3.000 siswa. not bad sih untuk sekolah swasta).
sebagai cowok yang terkenal pendiem dan kikuk gue emang nggak berani PDKT. boro_boro ngajak ngobrol, ketemu mata dari kejauhan aja udah salting and finally gue cuman bisa CCP alias curi curi pandang. saking nggak beraninya PDKT akhirnya gue kesalip sama temen seangkatan gue, sikampret A. yang ini gue samarin. terserah lo mau nebak siapa. HAHAHA..
pas tau mereka jadian, perasaan gue campur aduk. lebih campur-campur daripada es campur. mau marah kok salah sendiri dari dulu nggak PDKT, mau diem aja kok nggak ikhlas. saat galau seperti itu akhirnya gue punya soundtrack lagu galau gue sendiri. yang tiap harinya gue dengerin via headset dikelas. meski udah lupa lagunya kaya apa tapi yang jelas gue masih inget beberapa line yang nyentuh banget:
ampuni aku yang pernah merasuki kehidupan kalian
mencoba mencari celah dalam hatimu
aku tau dia yang bisa
menjadi seperti yang engkau minta
namun selama nafas berhembus aku kan mencoba menjadi seperti yang kau minta.
tuh... galau abis kan? lo pasti nangis bombay kalo dengerin lagu itu. serius men. kalo enggak gue doang berati yang sensitif.
bulan demi bulan berangsur berlalu, gue dan si A naik ke kelas 3 dan persiapan UN, dan mereka masih asik dengan pacaran mereka. tapi sampai bulan oktober mereka PUTUS!. yap, bener banget mereka PUTUS. HORE! RASAIN lo!emang enak putus! dasar cowok brengsek! ya aslinya si A emang nggak sebrengsek cowok-cowok yang suka mainin cewek, tapi at least dia udah ngebikin hidup gue diposisi seperti ini.nangis sesenggukan dikamar sambil dengerin lagu galau gue sendirian. sebuah titik terendah dalam hidup seorang laki-laki.
lalu bulan berikutnya, gue berencana nembak si mawar. seperti biasa, di hari minggu kita ada perijinan keluar yang mana setiap siswanya diijinkan untuk keluar dihari itu. sebelumnya gue udah janjian mau rame-rame nonton di bioskop. dan kali ini gue punya rencana yang brilian, GUE MAU NEMBAK MAWAR.
rencananya pun udah gue siapin dengan matang.
gue dibantuin sama Nur salah satu temen deketnya mawar yang pengen gue jadian sama mawar. ya emang sih bentuk dukungan ini emang nggak gratis. gue janji jajain dia mie ayam selama sebulan kalo misi ini berhasil. dia udah ngatur sebuah rencana nonton bioskopbareng. buat nyamarin, nontonnya tetep rame-rame. ada mawar dan temen-temennya. tapi semua udah diskenariokan. ntar gue bakal duduk disebelah mawar, pas ada scene dikegelapan bioskop, gue bakal pegang tangannya mawar dan gue bakal nembak dia. sounds a perfect plan!
minggu, 18 mei 2008.
gue nggak bakal lupa sama hari itu.
gue bangun buat rutinitas solat Subuh seperti biasa dengan mata masih setengah watt akibat semaleman nggak bisa tidur karena mikirin besok mau ngomong apa sama mawar. mikirin gimana reaksinya setelah gue nembak dia. gue nggak gak ngarepin dia ngejawab apa-apa, cukup dengan senyuman kecilnya aja udah cukup. gue bakal bahagia banget. dan angan itulah yang berhasil ngebuat gue terlelap.
pagi itu setelah subuh di masjid ada acara ngaji bareng. FYI aja sih kalo hari minggu setiap siswa diwajibkan membawa al-qur'an untuk mengaji. dia seperti biasa duduk di shaf paling depan. begitupun gue, duduk di barisan paling depan di kursi kantin makan mie goreng. laper brooh.
selese ngaji gue langsung siap siap berangkat ke kota. sesampainya di CL, temen gue yang bertugas beliin tiket udah nunggu di depan loket dengan sumringah. melambaikan 6 tiket film Ayat-ayat cinta. tiga buat temen-temen gue, dan sisanya buat mawar dan temen-temennya.
and not for so long, saat yang gue tunggu pun tiba. akhirnya gue liat mawar. jalan masuk ke lobby depan dimana gue nungguin dengan perasaan yang deg-degan. dia terlihat manis banget dengan dress pink dan kerudung lembut, dompet di tangan kiri, dan di tangan kanan ....
ada tangan si A. GANDENGAN.
yap, mereka BALIKAN.
didepan pintu bioskop, deket kasir pepsi and coke gue membeku beberapa detik.
wait, wait, what the hell just happened? kapan balikannya tau-tau udah gandengan aja kaya gini? gue berpaling ke Nur yang berdiri satu setengah meter dibelakang mereka dan nglempar tatapan "EH MONYONG, KENAPA BEGINI JADINYA?", tapi maya cuma bisa angkat bahu dan masang muka nggak bersalahnya kaya orang abis kentut trus baunya nyebar seruangan.
emang sih, sampe hari ini gue masih bingung gimana proses balikannya mereka. pokoknya tau-tau sepulang dari ngaji aja udah rukun damai sejahtera. mungkin semangat islam udah nyentuh hati mereka berdua, sekaligus mencacah hati gue sampe abis tak bersisa.
mungkin elo juga bakal nanyain, apa kabar tiket bioskop yang udah terlanjur kebeli? well, kita tetep jadi nonton kok. dan mawar juga tetep duduk disebelah gue. sebelah kirinya mawar ada gue dan disebelah kanannya ada si A. tragis? oh jelas. rencana yang udah bisa dibilang brilliant fucking awesome plan itu luluh-lantak kaya kue srabi diinjek sepatu PDL. benyek.
meskipun filmnya AAC hampir dua jam penuh. gue tonton dengan empty eyes gitu. orang orang terharu dengan kisahnya si maria yang hafal surat maria akhirnya meninggal, kalo gue juga terharu nahan jangan sampe air mata rembes.
dalam hati, gue cuma mbatin, "kenapa jadi gini ya Tuhan???"
dan mungkin, tanpa bisa gue denger, Tuhan saat itu bakal menjawab: "udeh gini aja nyariin gue lo. makan tuh mie goreng!"
@naelalo
makasih mas ernest atas cerita di bukunya. hampir sama persis lhoo.. :D
1 januari 2014. last but not least HAPPY NEW YEAR ya guys! mohon maaf lahir dan batin. :*
Langganan:
Postingan (Atom)